Sabtu, 26 Oktober 2013

Pupuk

Pupuk adalah material yang ditambahkan pada tanaman untuk mencukupi kebutuhan hara yang diperlukan tanaman sehingga mampu berproduksi dengan baik. Material pupuk dapat berupa bahan organik ataupun non-organik (mineral).

 Macam-macam pupuk

Pupuk berdasarkan sumber
bahan Dilihat dari sumber pembuatannya, terdapat dua kelompok besar pupuk: (1) pupuk organik atau pupuk alami dan (2) pupuk kimia atau pupuk buatan. Pupuk organik dibuat dari sisa-sisa metabolisme atau organ hewan dan tumbuhan, sedangkan pupuk kimia dibuat melalui proses pengolahan oleh manusia dari bahan-bahan mineral.

Pupuk berdasarkan bentuk fisik
Berdasarkan bentuk fisiknya, pupuk dibedakan menjadi pupuk padat dan pupuk cair. Pupuk padat diperdagangkan dalam bentuk onggokan, remahan, butiran, atau kristal. Pupuk cair diperdagangkan dalam bentuk konsentrat atau cairan. Pupuk padatan biasanya diaplikan ke tanah/media tanam, sementara pupuk cair diberikan secara disemprot ke tubuh tanaman.

Pupuk berdasarkan kandungannya
Terdapat dua kelompok pupuk berdasarkan kandungan: pupuk tunggal dan pupuk majemuk. Pupuk tunggal mengandung hanya satu unsur, sedangkan pupuk majemuk mengandung dua unsur yang diperlukan. Terdapat pula pengelompokan yang disebut pupuk mikro, karena mengandung hara mikro.

JENIS PUPUK KIMIA 
1. urea
urea adalah merupakan suatu senyawa hasil reaksi amoniak (NH3) dengan karbon dioksida (CO2), urea yang memiliki rumus kimia CON2H4 atau (NH2)2CO adalah pupuk yang setelah di tanah maka Nitrogen yang terkandung dalam urea ini akan diuraikan oleh Azotobacter chroococcum, Clostridium pasteurianum, Rhodospirillum rubrum menjadi senyawa nitrogen yang dibutuhkan tanaman. dalam praktik dilapangan, Nitrogen ini dapat pula didapatkan dari kotoran hewan yang banyak mengandung amoniak, seperti kotoran domba dan kelinci.

2. TSP
Pupuk TSP adalah nutrient anorganik yang digunakan untuk memperbaiki hara tanah untuk pertanian. TSP artinya triple super phosphate.TSP (Trisodium phosphate) dengan rumus kimia Na3PO4, merupakan penyedia Natrium dan Phosphate. dipasaran untuk pupuk pertanian berbentuk butiran butiran keras berwarna abu-abu.

3. KCl
KCl (Kalium chlorida / Potassium Chlorida) , merupakan penyedia Kalium, yang berguna untuk percepatan pembentukan akar, dipasaran untuk pertanian berbentuk butiran-butiran kecil berwarna merah.

4. NPK
NPK biasanya digunakan untuk penyebutan terhadap pupuk yang telah mengandung unsur-unsur Nitrogen, Phosphate dan Kalium. Pupuk NPK merupakan salah satu jenis pupuk majemuk yang paling umum digunakan. Ketiga unsur dalam pupuk NPK membantu pertumbuhan tanaman dalam tiga cara.
Penjelasan singkatnya adalah sebagai berikut:
N – nitrogen: membantu pertumbuhan vegetatif, terutama daun
P – fosfor: membantu pertumbuhan akar dan tunas
K – kalium: membantu pembungaan dan pembuahan.

5. ZA
Pupuk ZA adalah pupuk kimia buatan yang dirancang untuk memberi tambahan hara nitrogen dan belerang bagi tanaman. ZA (sulpate ammonium) merupakan asam inorganik, dengan rumus kimia (NH4)2SO4, yang mengandung 21% nitrogen, 24% sulpate. berfungsi hampir sama dengan urea yaitu penyedia nitrogen, namun dengan kandungan yang lebih kecil.

DAMPAK DARI PUPUK KIMIA

kelebihan
1. unsur yang terkandung cepat terurai
2. lebih cepat terserap oleh tumbuhan
3. pemupukan relatif mudah dilakukan
4. pemupukan intensif untuk tumbuhan lebih mudah, karena pupuk kimia telah dikonsentrasikan pada jenis unsur tertentu

kekurangan
1. karena cepat terurai di alam, sehingga untuk mendapatkan efisiensi pemupukan yang optimal harus dengan dosis yang tepat
2. waktu pemupukan harus sering karena pupuk tidak tersimpan lama dalam media tanam
3. ketersediaan pupuk tergantung pihak lain, misal pabrik dan distributor
4. harga relatif tinggi
5. dapat menyebabkan ketidak seimbangan unsur hara dalam tanah karena pemupukan yang tidak berimbang
6. dalam pemakaian jangka panjang dapat menurunkan PH tanah

Permasalahan Pupuk Kondisi perpupukan di Indonesia memiliki berbagai masalah yang serius. Pertama, permasalahan pabrik pupuk yang sudah berusia tua sehingga efisiensi produksinya makin menurun.

Kedua, pasokan gas bumi untuk produksi pupuk sangat terbatas.

Ketiga, kebutuhan pupuk yang semakin meningkat, sementara produksinya terbatas, sehingga terjadi kelangkaan pupuk. kelangkaan pupuk tersebut dikarenakan:
A) Rayonisasi yang tidak fleksibel.
B) Pengawasan yang lemah dari Pemda di dalam pengelolaan pupuk bersubsidi juga menyebabkan permasalahan pupuk terjadi.
C) Rendahnya margin (fee).
D) Tingginya disparitas harga terjadi pada pupuk bersubsidi dengan pupuk non subsidi, Keempat, harga pupuk yang cenderung semakin mahal karena pupuk kimia sangat begantung pada bahan baku impor.

Kelima, Jumlah distributor daerah dan kios penyalur

Keenam, penggunaan pupuk anorganik meningkat drastis, sementara penggunaan pupuk organik belum berkembang.

 Langkah-langkah Penanganannya
1) menambah alokasi pupuk urea bersubsidi
2) pemerintah juga melakukan kelonggaran atau fleksibilitas penyaluran pupuk bersubsidi.
3) melakukan operasi pasar langsung kepada petani.
4) mengubah pembayaran gas dan transaksi untuk produk hilir pabrik pupuk dalam negeri

Sumber:
id.wikipedia.org/wiki/Pupuk
mesinpertanianmodern.blogspot.com/2013/01/pupuk-kimia.html eriantosimalango.wordpress.com/2009/06/03/dampak-pupuk-kimia/ www.setneg.go.id/index.php?option=com_content&task=view
id.wikipedia.org/wiki/Pupuk_TSP

Tidak ada komentar:

Posting Komentar