Minggu, 10 November 2013

sejarah AC milan

Sejarah AC Milan – Sempat Terpuruk dan Bangkit Kembali

Associazione Calcio Milan, atau terkenal dengan nama singkatannya, AC Milan, atau lebih singkat lagi, Milan, adalah salah satu klub elite di Italia.
Klub berjuluk I Rossoneri (Si Merah dan Hitam) ini telah meraih 18 gelar juara internasional yang diakui UEFA dan FIFA, hanya di bawah Boca Juniors sebagai peraih terbanyak gelar internasional. Milan meraih empat gelar dunia, tiga Piala Interkontinental, dan satu Piala Dunia Antarklub FIFA.
Klub yang juga dijuluki il Diavolo (Si Setan) ini meraih tujuh gelar Piala/Liga Champions (hanya kalah dari Real Madrid), memegang rekor lima kali juara Piala Super UEFA, dan dua kali juara Cup Winners’ Cup.
Di liga domestik, Milan meraih 18 scudetto (juara Seri A), urutan ketiga setelah Juventus (29 gelar) dan Inter Milan (18 gelar). Klub ini bermain di San Siro, yang juga terkenal sebagai Stadion Giuseppe Meazza (berkapasitas 80.074 tempat duduk), berbagi dengan Inter. Pemiliknya adalah Silvio Berlusconi, yang juga Perdana Menteri Italia.

Sejarah AC Milan – Pecah

AC Milan didirikan sebagai sebuah klub kriket pada 1899 oleh ekspatriat Alfred Edwards dan Herbert Kilpin, yang berasal dari Nottingham, Inggris. Sebagai penghormatan, nama klub ini memakai pengucapan Inggris, bukan pengucapan Italia, yakni Milano. Milan meraih gelar pertama di Liga Italia pada 1901 dan meraihnya lagi pada 1906 dan 1907.
Pada 1908, gara-gara ketidaksepakatan mengenai perekrutan pemain asing, klub ini pecah menjadi dua, AC Milan dan Internazionale. Perpecahan itu membuat Milan puasa gelar hingga musim 1950-51. Pada 1963, Milan meraih gelar juara level Eropa untuk pertama kali setelah mengalahkan Benfica di final. Sukses ini diulangi pada 1969, diikuti gelar juara Piala Interkontinental di tahun itu.
Setelah Gianni Rivera pensiun, prestasi Milan anjlok. Pada 1980, Milan bahkan terlibat skandal Totonero (skandal perjudian dan penentuan hasil pertandingan) dan sebagai sanksinya didegradasi ke Seri B. Dengan cepat Milan kembali naik ke Seri A, tetapi turun lagi ke Seri B karena menduduki urutan ketiga dari bawah.

Sejarah AC Milan – Skandal

Pada 1986, pengusaha Silvio Berlusconi mengambil alih klub ini dan dengan segera menanamkan banyak uang. Milan kemudian mengangkat Arrigo Sacchi sebagai pelatih dan merekrut trio Belanda, Ruud Gullit, Marco van Basten, dan Frank Rijkaard. Itulah saat awal masa keemasan dalam sejarah Milan.
Dengan trio terkenal itu, Milan meraih lima trofi Liga Champions, lima Piala Super Eropa, dua Piala Interkontinental, dan satu Piala Dunia Antarklub. Bersama trio Belanda itu, Milan sempat dijuluki The Dream Team.
Pada 2006, Milan kembali terlibat skandal di Seri A bersama empat klub lainnya, yakni dalam pengaturan skor akhir pertandingan. Akibatnya, Milan mengalami pemotongan 15 poin dan gagal lolos ke Liga Champions. Akan tetapi, pemotongan itu kemudian dikurangi menjadi tujuh poin saja dan Milan lolos ke Liga Champions. Hebatnya, Milan kemudian menjadi juara Liga Champions pada musim itu.

Catatan Sejarah AC Milan Lainnya

Assocoazione Calcio Milan atau AC Milan merupakan salah satu klub besar sepak bola di Italia. Klub yang berasal dari kota Milan ini termasuk salah satu klub tersukses di Italia. Kesuksesan klub yang bermarkas di Stadion San Siro ini tercatat dalam catatan sejarah AC Milan. Tercatat, AC Milan telah menjuarai Serie A sebanyak 18 kali dan Piala Italia sebanyak 5 kali.
Dalam sejarah AC Milan, klub ini didirikan pada 1899. Klub ini didirikan oleh dua orang yang berkebangsaan Inggris, yaitu Herbert Kilpin dan Alfred Edwards. Awalnya, klub ini diberi nama Klub Kriket dan Sepak Bola Milan pada 16 Desember 1899. Saat itu, Edwards menempati posisi presiden klub pertama Milan, sedangkan Kiplin menjabat sebagai kapten pertama Milan.
Pada musim 1901, AC Milan mencatatkan sejarah dengan meraih gelar pertama sebagai kampiung sepak bola Italia. Namun, pada 1908, sebagian pemain Milan yang berasal dari Italia dan Swiss tidak menyukai dominasi pemain Inggris dan pemain Italia lainnya yang ada dalam skuad inti. Oleh karena itu, pemain yang tidak menyukai dominasi itu membentuk klub saingan yang bernama Internazionale Milan.
Pada era 1950-an, AC Milan menjadi klub yang ditakuti karena saat itu Milan memiliki trio GreNoLi, yaitu Gunnar Gren, Gunnar Nordahl, an Nils Liedholm. Trio pemain Milan ini berasal dari Swedia.
Pada musim 1961/1962, AC Milan kembali merebut juara liga sepak bola Italia. Saat itu, AC Milan dilatih oleh Nereo Rocco. Dalam catatan sejarah Milan, Noreo Rocco merupakan sosok pelatih inovatif yang menemukan taktik catenaccio (pertahanan berlapis). Pada masa kepelatihan Noreo Rocco, Milan meraih gelar piala champion pertama.
Pada musim kompetisi 1978/1979, klub yang berjuluk Rossoneri ini meraih gelar scudetto yang kesepuluh. Namun, pada musim 1979/1980, Milan dipaksa turun kasta ke Serie B bersama Lazio karena terbukti ikut terlibat dalam skandal perjudian.
Pada musim kompetisi 1980/1981, AC Milan dengan mudah menjuarai Serie B dan berhasil promosi ke Serie A. Namun, pada musim 1981/1982, AC Milan kembali dipaksa turun kasta karena kasus yang sama.

Era The Dream Team AC Milan

Banyaknya masalah yang menimpa AC Milan, membuat taji dan kesuksesan AC Milan luntur. Pada saat Milan dalam keadaan yang terpuruk, AC Milan dibeli oleh pengusaha Italia yang bernama Silvio Berlusconi. Masuknya Berlusconi sebagi pemilik Milan, membuat secercah cahaya untuk membuat AC Milan bangkit kembali untuk merajai kompetisi sepak bola Italia.
Setelah Berlusconi masuk, pengusaha Italia ini memboyong pelatih Arrigo Sacchi dan tiga pemain Belanda, yaitu Marco van Basten, Frank Rijkaard, dan Ruud Gullit. Selain tiga pemain asal Belanda ini, Berlusconi pun membeli pemain lain, seperti Roberto Donadoni, Carlo Ancelotti, dan Giovanni Galli. Langkah merekrut pemain berkelas yang dilakukan Berlusconi ini dilakukan untuk mengembalikan masa kejayaan AC Milan.
Sejak dilatih oleb Arrigo Sacchi, AC Milan meraih gelar juara Serie A pada musim 1987/1988. Selanjutnya, pada musim kompetisi 1988/1989, Milan berhasil meraih gelar Piala Champions ketiganya. Selanjutnya, Milan pun mengulangi kejayaan pada musim berikutnya.
Selebrasi juara Piala Champions 1988-1989
Selebrasi juara Piala Champions 1988-1989
Selebrasi juara Piala Champions 1988-1989
Selebrasi juara Piala Champions 1988-1989
Saat Arrigo Sacchi meninggalkan AC Milan untuk melatih Tim Nasinal Italia, posisi pelatih AC Milan ditempati oleh Fabio Capello. Pada masa kepelatihan Fabio Capello, AC Milan meraih masa keemasannya yang kemudian mendapatkan julukan The Dream Team.
Julukan The Dream Team ini didapatkan Milan karena Milan tidak terkalah sepanjang kompetisi sepak bola. The Dream Team Milan ini dihuni oleh pemain yang hebat, yaitu Franco Baresi (Bek), Paolo Maldini (Bek), Costacurta (Bek). Di posisi gelandang, ada nama Marcel Desaily, Donadoni, dan Ancelotti. Sementara itu, di posisi penyerang, ada Dejan Savicevic, Zvonimir Boban, dan Daniele Massaro.
Setelah Fabio meninggalkan AC Milan pada 1996, posisi pelatih diberikan kepada Oscar Tabarez. Namun, kepelatihan Tabarez tidak menghasilkan hasil yang maksimal. Hal ini membuat AC Milan memanggil kembali Arrigo Sacchi untuk menggantikan Oscar Tabarez.
Namun, setelah Arrigo Sacchi kembali menggantikan Tabarez, Milan mengakhiri musim kompetisi Serie A 1996/1997 di posisi ke-11. Pada musim kompetisi 1997/1998, posisi Sacchi digantikan kembali oleh Fabio Capello. Periode kedua kepelatihan Fabio Capello, Milan merekrut pemain yang memiliki nilai potensial pada masa itu, seperti Leonardo, Christian Ziege, dan Patrick Kluivert. Namun, usaha mendatangkan pemain bintang yang dilakukan AC Milan tidak berakhir manis.
Pada musim kompetisi Serie A 1997/1998, AC Milan hanya finish diurutan ke-10. Hasil yang diraih AC Milan ini membuat posisi Fabio Capello dipecat sama dengan nasib Arrigo Sacchi. Setelah Fabio Capello dipecat, AC Milan mencari pelatih baru. Akhirnya, pencarian pelatihan berakhir dengan direkrutnya pelatih baru, Alberto Zaccheroni yang berasal dari Udinese. Masuknya Zaccheroni, diikuti dengan masuknya Oliver Bierhoff dan Thomas Helveg yang merupakan pemain Udinese saat dilatih Zaccheroni .
Selain itu, AC Milan pun mendatangkan Roberto Ayala, Luigi Sala, dan Andres Giuly. Pada era kepelatihan Alberto Zaccheroni, AC Milan berhasil meraih gelar scudetto ke-16 pada musim kompetisi Serie A 1999/2000. Namun, pada musim berikutnya, Alberto Zaccheroni tidak berhasil meraih gelar. Akhirnya, pelatih yang sukses bersama Udinese ini dipecat.
Setelah Zaccherono dipecat. Posisi pelatih AC Milan ditempati Cesare Maldini yang tak lain ayah dari kapten AC Milan, Paolo Maldini. Posisi Cesare Maldini pun tidak aman dan akhirnya Cesare Maldini dipecat. Selanjutnya, posisi Cesare Maldini digantikan oleh Fatih Terim. Namun, dalam kepelatihan Fatih Terim, AC Milan pun tidak dapat meraih kesuksesan.
Posisi Fatih Terim kemudian digantikan oleh Carlo Ancelotti. Era kepelatihan Carlo Ancelotti berhasil membawa Milan meraih gelar Piala Champions pada musim kompetisi 2002/2003 dan pada musim kompetisi Serie A 2003/2004, Carlo Ancelotti berhasil membawa AC Milan menjuarai kompetisi Serie A sekaligus memposisikan penyerang Andriy Shevchenko sebagai pencetak gol terbanyak di kompetisi Serie A.
Selebrasi seluruh tim saat juara Champions 2003
Selebrasi seluruh tim saat juara Champions 2003
Setelah Carlo Ancelotti tidak melatih AC Milan karena hijrah ke Chelsea, posisi pelatih AC Milan pada musim 2008/2009 ditangani oleh mantan pemain Milan, Leonardo. Pada masa kepelatihan Leonardo, AC Milan kehilangan beberapa pemain, di antaranya Kaka yang pindah ke Real Madrid, Paolo Maldini yang memutuskan untuk pensiun, dan Yoann Gourcuff yang memutuskan untuk bertahan di Bordeaux.
Saat melatih AC Milan, Leonardo gagal mempersembahkan gelar untuk klub yang dilatihnya itu. Setelah Leonardo memutuskan untuk mundur, tongkat kepelatihan AC Milan pindah ke tangan Massimiliano Allegri.
Musim kompetisi Serie A 2010/2011, Massimiliano Allegri mengawali debutnya sebagai pelatih Milan. Pada masa kepelatihan Allegri, Milan merekrut Zlatan Ibrahimovic dari Barcelona dan Robinho dari Manchester City.
Pelatih Massimiliano Allegri akhirnya berhasil membawa AC Milan menjadi scudetto kompetisi Serie A musim 2010/2011. Scudetto yang diraih AC Milan pada masa Massimiliano Allegri merupakan gelar scudetto AC Milan yang ke-18.
Itulah pelatih AC Milan dari masa ke masa. Ada pelatih yang berhasil meraih kesuksesan, ada juga yang minim prestasi. Namun, terlepas dari semua hal itu, banyak catatan sejarah yang diukir pelatih-pelatih tersebut melatih AC Milan.
Selebrasi seluruh tim saat juara Champions 2007
Selebrasi seluruh tim saat juara Champions 2007
Home / Prestasi AC MILAN
Prestasi AC MILAN

Prestasi AC MILAN

Bila dihitung berdasarkan total banyaknya gelar, maka Milan adalah salah satu klub tersukses di Italia, dengan total raihan gelar juara lebih dari 29 tropi dan menjadi terbanyak kedua setelah Juventus (40 tropi domestik). Milan juga menjadi klub tersukses di dunia bersama Boca Juniors, dengan rekor 14 trofi konfederasi (UEFA-Eropa) dan 4 trofi dunia. Milan juga mengenakan bintang tanda bahwa mereka memenangi lebih dari 10 gelar Serie A. Ditambah lagi, Milan juga memakai Lambang Penghargaan UEFA (UEFA Badge of Honour) di bagian lengan kiri seragam mereka karena memenangi lebih dari lima gelar Liga Champions.

Kejuaraan Nasional

  • Juara (18): 1901; 1906; 1907; 1950-51; 1954-55; 1956-57; 1958-59; 1961-62; 1967-68; 1978-79; 1987-88; 1991-92; 1992-93; 1993-94; 1995-96; 1998-99; 2003-2004; 2010-2011
  • Runner-up (15): 1902; 1947-48; 1949-50; 1951-52, 1955-56, 1960-61; 1964-65; 1968-69; 1970-71; 1971-72; 1972-1973; 1989-90; 1990-91; 2004-05; 2011-12
  • Juara (2): 1980–81; 1982–83
  • Juara (5): 1966–67; 1971–72; 1972–73; 1976–77; 2002-03
  • Runner-up (7): 1941–42; 1967–68; 1970–71; 1974–75; 1984–85; 1989-90; 1997-98
  • Juara (6): 1988; 1992; 1993; 1994; 2004; 2011
  • Runner-up (3): 1996; 1999; 2003

Kejuaraan Eropa

  • Juara (7): 1962-63; 1968-69; 1988-89; 1989-90; 1993-94; 2002-03; 2006-07
  • Runner-up (4): 1957-58; 1992-93; 1994-95; 2004-05
  • Juara (5): 1989; 1990; 1994; 2003; 2007
  • Runner-up (2): 1973; 1993
  • Juara (2): 1967–68; 1972–73
  • Runner-up (1): 1973–74

Kejuaraan Dunia

  • Juara (4):1969; 1989; 1990; 2007
  • Runner-up (4): 1963; 1993; 1994; 2003

Kejuaraan lainnya

  • Piala Latin (Piala yang paling penting bagi klub-klub Eropa pada tahun 40-an dan 50-an. Diselenggarakan sejak 1949 hingga 1957 antara juara-juara Perancis, Italia, Portugal dan Spanyol. Kejuaraan ini menghilang setelah dimulainya Piala Champions.):
  • Juara (3): 1951; 1956
  • Runner-up (1): 1953
  • Juara (1): 1981-82
  • Juara (3): 2009, 2011, 2012
  • Juara (2): 1988, 1990
  • Runner-up (1): 1999
  • Juara (12): 1992, 1993, 1994, 1996, 1997, 2002, 2005, 2006, 2007, 2008, 2009, 2011
  • Runner-up (9): 1991, 1995, 1998, 1999, 2000, 2001, 2003, 2004, 2010

Sabtu, 26 Oktober 2013

Pupuk

Pupuk adalah material yang ditambahkan pada tanaman untuk mencukupi kebutuhan hara yang diperlukan tanaman sehingga mampu berproduksi dengan baik. Material pupuk dapat berupa bahan organik ataupun non-organik (mineral).

 Macam-macam pupuk

Pupuk berdasarkan sumber
bahan Dilihat dari sumber pembuatannya, terdapat dua kelompok besar pupuk: (1) pupuk organik atau pupuk alami dan (2) pupuk kimia atau pupuk buatan. Pupuk organik dibuat dari sisa-sisa metabolisme atau organ hewan dan tumbuhan, sedangkan pupuk kimia dibuat melalui proses pengolahan oleh manusia dari bahan-bahan mineral.

Pupuk berdasarkan bentuk fisik
Berdasarkan bentuk fisiknya, pupuk dibedakan menjadi pupuk padat dan pupuk cair. Pupuk padat diperdagangkan dalam bentuk onggokan, remahan, butiran, atau kristal. Pupuk cair diperdagangkan dalam bentuk konsentrat atau cairan. Pupuk padatan biasanya diaplikan ke tanah/media tanam, sementara pupuk cair diberikan secara disemprot ke tubuh tanaman.

Pupuk berdasarkan kandungannya
Terdapat dua kelompok pupuk berdasarkan kandungan: pupuk tunggal dan pupuk majemuk. Pupuk tunggal mengandung hanya satu unsur, sedangkan pupuk majemuk mengandung dua unsur yang diperlukan. Terdapat pula pengelompokan yang disebut pupuk mikro, karena mengandung hara mikro.

JENIS PUPUK KIMIA 
1. urea
urea adalah merupakan suatu senyawa hasil reaksi amoniak (NH3) dengan karbon dioksida (CO2), urea yang memiliki rumus kimia CON2H4 atau (NH2)2CO adalah pupuk yang setelah di tanah maka Nitrogen yang terkandung dalam urea ini akan diuraikan oleh Azotobacter chroococcum, Clostridium pasteurianum, Rhodospirillum rubrum menjadi senyawa nitrogen yang dibutuhkan tanaman. dalam praktik dilapangan, Nitrogen ini dapat pula didapatkan dari kotoran hewan yang banyak mengandung amoniak, seperti kotoran domba dan kelinci.

2. TSP
Pupuk TSP adalah nutrient anorganik yang digunakan untuk memperbaiki hara tanah untuk pertanian. TSP artinya triple super phosphate.TSP (Trisodium phosphate) dengan rumus kimia Na3PO4, merupakan penyedia Natrium dan Phosphate. dipasaran untuk pupuk pertanian berbentuk butiran butiran keras berwarna abu-abu.

3. KCl
KCl (Kalium chlorida / Potassium Chlorida) , merupakan penyedia Kalium, yang berguna untuk percepatan pembentukan akar, dipasaran untuk pertanian berbentuk butiran-butiran kecil berwarna merah.

4. NPK
NPK biasanya digunakan untuk penyebutan terhadap pupuk yang telah mengandung unsur-unsur Nitrogen, Phosphate dan Kalium. Pupuk NPK merupakan salah satu jenis pupuk majemuk yang paling umum digunakan. Ketiga unsur dalam pupuk NPK membantu pertumbuhan tanaman dalam tiga cara.
Penjelasan singkatnya adalah sebagai berikut:
N – nitrogen: membantu pertumbuhan vegetatif, terutama daun
P – fosfor: membantu pertumbuhan akar dan tunas
K – kalium: membantu pembungaan dan pembuahan.

5. ZA
Pupuk ZA adalah pupuk kimia buatan yang dirancang untuk memberi tambahan hara nitrogen dan belerang bagi tanaman. ZA (sulpate ammonium) merupakan asam inorganik, dengan rumus kimia (NH4)2SO4, yang mengandung 21% nitrogen, 24% sulpate. berfungsi hampir sama dengan urea yaitu penyedia nitrogen, namun dengan kandungan yang lebih kecil.

DAMPAK DARI PUPUK KIMIA

kelebihan
1. unsur yang terkandung cepat terurai
2. lebih cepat terserap oleh tumbuhan
3. pemupukan relatif mudah dilakukan
4. pemupukan intensif untuk tumbuhan lebih mudah, karena pupuk kimia telah dikonsentrasikan pada jenis unsur tertentu

kekurangan
1. karena cepat terurai di alam, sehingga untuk mendapatkan efisiensi pemupukan yang optimal harus dengan dosis yang tepat
2. waktu pemupukan harus sering karena pupuk tidak tersimpan lama dalam media tanam
3. ketersediaan pupuk tergantung pihak lain, misal pabrik dan distributor
4. harga relatif tinggi
5. dapat menyebabkan ketidak seimbangan unsur hara dalam tanah karena pemupukan yang tidak berimbang
6. dalam pemakaian jangka panjang dapat menurunkan PH tanah

Permasalahan Pupuk Kondisi perpupukan di Indonesia memiliki berbagai masalah yang serius. Pertama, permasalahan pabrik pupuk yang sudah berusia tua sehingga efisiensi produksinya makin menurun.

Kedua, pasokan gas bumi untuk produksi pupuk sangat terbatas.

Ketiga, kebutuhan pupuk yang semakin meningkat, sementara produksinya terbatas, sehingga terjadi kelangkaan pupuk. kelangkaan pupuk tersebut dikarenakan:
A) Rayonisasi yang tidak fleksibel.
B) Pengawasan yang lemah dari Pemda di dalam pengelolaan pupuk bersubsidi juga menyebabkan permasalahan pupuk terjadi.
C) Rendahnya margin (fee).
D) Tingginya disparitas harga terjadi pada pupuk bersubsidi dengan pupuk non subsidi, Keempat, harga pupuk yang cenderung semakin mahal karena pupuk kimia sangat begantung pada bahan baku impor.

Kelima, Jumlah distributor daerah dan kios penyalur

Keenam, penggunaan pupuk anorganik meningkat drastis, sementara penggunaan pupuk organik belum berkembang.

 Langkah-langkah Penanganannya
1) menambah alokasi pupuk urea bersubsidi
2) pemerintah juga melakukan kelonggaran atau fleksibilitas penyaluran pupuk bersubsidi.
3) melakukan operasi pasar langsung kepada petani.
4) mengubah pembayaran gas dan transaksi untuk produk hilir pabrik pupuk dalam negeri

Sumber:
id.wikipedia.org/wiki/Pupuk
mesinpertanianmodern.blogspot.com/2013/01/pupuk-kimia.html eriantosimalango.wordpress.com/2009/06/03/dampak-pupuk-kimia/ www.setneg.go.id/index.php?option=com_content&task=view
id.wikipedia.org/wiki/Pupuk_TSP